TOKEN MEME SHIBA INU MELANDA DUNIA,
KOMUNITAS BLOCKCHAIN TORAJA: “ORANG TORAJA YANG PUNYA
BISA KAYA RAYA 2-3 TAHUN MENDATANG”

Spread the love

AGUPENACRYPTOCURRENCY, Popularitas Bitcoin sebagai mata uang digital pertama yang diciptakan Satoshi Nakamoto menjadi topik yang paling menarik dibicarakan orang di seluruh dunia.

Bitcoin adalah cryptocurrency dengan volume kapitalisasi pasar terdilusi penuh mencapai $703.291.300.839,03 atau senilai  9,8 kuadriliun rupiah di mana volume transaksi dalam 24 jam tertanggal 12 Juli 2021 mencapai $22.992.958.947,88 atau senilai 321 trilyun rupiah (sumber: coinmarketcap.com).

Bentuk Bitcoin dalam fisik sebagai Ilustrasi

Bitcoin yang dibuat hanya 21 juta unit telah terdistribusi sebanyak 18.754.362 BTC di ratusan juta dompet di seluruh dunia, sementara sisanya 2,2 juta BTC masih berada dalam mining pool untuk kemudian siap ditambang oleh para miner dengan metode POW (Proof of Work), yakni teknik memindahkan BTC dari pool ke wallet yang dihasilkan melalui perhitungan algoritma yang rumit dengan bantuan energi listrik yang sangat besar dan terkoneksi pada internet. 

Sejak bitcoin diciptakan pada tahun 2009, kini telah lahir ribuan koin dan token yang diciptakan dengan algoritma yang berbeda-beda. Salah satu koin meme yang namanya melambung tinggi setelah diendorse lewat twitter oleh Elon Musk, CEO Tesla Mobile dan Space X, adalah Doge Coin.

Doge yang diciptakan tahun 2013 disebut-sebut sebagai koin meme yang paling sukses melejit harganya di awal 2021, kenaikannya tidak tanggung-tanggung sebanyak 6 juta persen sejak pertama kali Doge diperdagangkan di market. Di Tahun 2017 Dogecoin memiliki harga $ 0,010360 per keping, dan pada April 2021 Doge sempat menyentuh titik ATHnya di $0.8.

Disebut meme, karena menurut penciptanya Jackson Palmer, seorang marketing di Adobe, dan Billy Markus, yang bekerja sebagai software developer di IBM bahwa Doge adalah lelucon untuk bitcoin dan mengambil maskot Shiba Inu yaitu seekor anjing ras Jepang yang punya karakter setia terhadap tuannya, sehingga Doge akan menjadi satu dari sekian banyak mata uang cryptocurrency yang akan menggantikan sistem transaksi keuangan konvensional mengacu pada cara kerja peer to peer dan akan menjadi milik setiap orang di bumi.

Logo Dogecoin

Elon Musk sendiri pernah melontarkan cuitannya di twitter tentang projek Doge Coin yang akan digunakan sebagai alat transaksi di setiap projek miliknya, termasuk peran Doge saat koloni manusia di Planet Mars dapat diwujudkan melalui projek Space X. Dia juga pernah menawarkan pembelian unit Tesla menggunakan Doge.

Sementara di luar campur tangan orang terkaya di dunia itu, Doge beberapa tahun terakhir telah menjadi alat transaksi lintas benua dan memenuhi beragam transaksi di ratusan marketplace pada beberapa negara yang hodlernya cukup banyak.

Fenomena Doge Coin sebagai uang digital paling diminati telah mendorong kemunculan ratusan token meme lainnya. Lahir bulan Agustus 2020, Shiba Inu Token, disebut token karena jaringannya masih menumpang di Blockchain Etherium, berbeda dengan Doge yang memiliki jaringan terdesentralisasi sendiri, Shiba Inu simbol Shib dengan suplay 1 kuadriliun tampil dengan konsep yang lebih terstruktur, memiliki manajemen pada white papernya, dan bertumbuh dengan cepat untuk mengalahkan seniornya Doge Coin.

Logo Shiba Inu Token

Shiba Inu diciptakan oleh Ryoshi (nama samaran) Agustus tahun lalu. Ryoshi menamakan Shiba Inu sebagai Doge Killer yang artinya kehadirannya untuk menyaingi atau membunuh Doge Coin. Tidak ada yang tahu siapa dan keberadaan Ryoshi, kehadirannya mirip dengan penemu Bitcoin, Satoshi Nakamoto (nama samaran) yang masih misteri hingga saat ini.

Ilustrasi Ryoshi Penemu Shiba
yang Masih Misterius

Dalam perjalanannya hampir 1 tahun Shiba Inu yang beralgoritma erc20 telah bangkit secara eksponensial sebanyak 1 juta persen sejak diperdagangkan untuk pertama kali di platform Uniswap pada September 2020.

Awalnya Shiba Inu dibuat untuk tujuan donasi, yakni keuntungan penjualan token akan disumbangkan untuk menjaga dan merawat populasi anjing ras Shiba Inu yang populasinya semakin sedikit dan untuk tujuan kemanusiaan lainnya.

50% suplay token Shiba diserahkan Ryoshi secara langsung kepada Vitalik Buterin, pendiri Etherium, oleh Vitalik hadiah token sebanyak 90 trilyun dijual senilai Rp.572 milyar untuk membantu penanganan covid-19 di India. Sisa 410 trilyun token Shiba punya Vitalik lalu dikirim ke dompet yang sudah mati sehingga suplay Shiba yang beredar saat ini adalah 500 trilyun token. Vitalik sendiri telah berkomitmen untuk tidak mengaktifkan dompet Shibanya yang dilaporkannya sudah dibakar.

Vitalik CEO Etherium
Membantu Enndors Shib


Demam Shiba sedang melanda dunia. Komunitas Shiba yang tercatat di jaringan eksplorer telah berjumlah hampir 600 ribu akun user. Data di coinmarketcap.com per 11 Juli 2021 menyebutkan volume harian Shiba mencapai $327.461.888,30 atau setara Rp. 4,5 trilyun. Kapitalisasi ini masuk dalam Top 30 Trending Coins versi Coingecko.

Shiba Masuk 30 Koin Top Global
Dilihat dari Kapitalisasi Pasar Harian
Grafik Shib di CMC
Mengalami Koreksi Per13 Juli 2021

Saat ini Shiba diperdagangkan di lebih 89 exchanger global pada posisi $0,00000754 atau setara Rp.0,11 per Shib per 13 Juli 2021 pukul 10.55 wib.

Market Spot Shiba/USDT di Exchanger Terbesar di Dunia: binance.com

Penggemar Shiba di Indonesia sendiri sudah mencapai 23 ribu orang/user. Komunitasnya menyebar merata di hampir setiap provinsi dan terus bertambah. Sedangkan julukan komunitas Shiba secara global disebut sebagai ShibaArmy (tentara shiba).

Rangking Pada Komunitas Shiba Army

Melalui komunitas itu ratusan gerai dan marketplace terkenal ikut bergabung untuk menerima token Shiba sebagai pengganti fiat. Bahkan para pembalap Nascar yang bergabung di Tim Voyager ikut memviralkan Shiba karena kekompakan komunitasnya yang terus mendorong pemanfaatan Shiba pada berbagai aspek kehidupan, termasuk saat ini pengembang tengah mendorong Jeff Bezos pemilik Amazone.com agar mau menggunakan Shiba dalam transaksi apps mereka.

Pembalap Nascar Tim Voyager Ikut Mengendors Shiba Inu
UsGoldBuyers.com adalah Toko Online yang Menjual Barang Berharga seperti Emas, Perak dan Berlian Menggunakan Shiba Inu, Bermarkas di Boca Raton, Florida

Sementara mulai bergeliat, komunitas Shiba di Tana Toraja dan Toraja Utara ikut pula berpartisipasi. Penulis yang juga penggagas Komunitas Blockchain Toraja menyarankan agar masyarakat Toraja yang sudah melek teknologi cryptocurrency agar membeli shiba di market-market yang sudah teregulasi oleh Bapepti, misalnya di Indodax.com, Tokocrypto.com, Triv.com dan di market lainnya dengan terlebih dahulu mendaftar untuk memiliki akun.

Memiliki token Shiba Inu bisa untuk kepemilikan jangka panjang sebagai tabungan aset dalam bentuk uang digital, karena harga Shiba berpotensi naik untuk beberapa bulan hingga satu tahun ke depan.

Elon Musk Kembali Menyenggol Shiba pada Laman Twitter @CGDavemark

Mengapa perlu memiliki token Shiba Inu? Beberapa fundamental ini dapat jadi acuan:

  1. Kapitalisasi volume harian Shiba Inu tergolong sangat besar sehingga menjadi daya tarik tidak hanya bagi trader namun juga investor jangka pendek, menengah dan panjang, dan tersedia di 89 exchanger global.
  2. Ekosistem Shiba adalah Shibaswap yaitu pertukaran shiba dengan eth dan token-token yang berbasis erc20 seperti bone dan leash. Saat shibaswap dibuka 10 Juli 2021 kemarin, TVLnya (total value liquiditas) mencapai Rp. 1,4 trilyun mengalahkan uniswap yang butuh 4 tahun untuk mencapai kap. Rp.6 trilyun.
  3. Fungsi penguncian (bury) staking dan farming pada shibaswap tujuannya untuk menjaga sirkulasi shiba agar tidak terlalu banyak beredar sekaligus menghabiskan suplay melalui bunga staking, berpotensi mendorong harga Shiba ikut naik.
  4. Walau bukan dikatakan sebagai aset lindung nilai seperti Bitcoin, namun trend kepercayaan yang dipegang teguh para pemilik Shiba di seluruh dunia bahwa untuk beberapa tahun ke depan harga Shiba akan tiba di $0,1 atau setara Rp.1400 dibandingkan harga saat ini masih Rp,0,11. Keteguhan menunggu harga itu secara tidak langsung membuat sebagian besar pemilik Shiba menahan koinnya untuk tidak dijual tetapi ditabung, bahkan banyak youtuber dengan ribuan subscriber yang berani memprediksi Shiba dapat senilai $1 di rentang antara tahun 2025 – 2030.
  5. Shiba punya white paper atau manajemen projek yang jelas dari pengembangnya, para pemburu dan penabung Shiba dapat membaca alur progres Shiba pada buku petunjuk tersebut. White paper adalah roadmap atau peta konsep perencanaan yang telah dihitung waktunya dengan matang dan diaplikasikan satu persatu.
  6. Shibaswap telah mendapatkan layanan audit dari institusi terpercaya dan terpopuler di dunia yaitu certik.org/projects/shib. 97% seluruh isi layanan Shibaswap telah lolos audit certic. Sisanya 3% menunggu hasil audit dari @Defisafety lembaga serupa certik yang memeriksa keamanan Shibaswap pada tataran code dan team, dokumentasi, testing, security, dan akses control yang sangat penting bagi desentralisasi finance pada Shibawap.
  7. Shiba dibuat didasarkan kepada kepercayaan sebagai tujuan utama Ryoshi mengirim 500 trilyun tokennya dengan tujuan Vitalik tidak menjual semua token tersebut dan hal itu dibuktikan oleh Vitalik, padahal jika disimak tujuan lain Ryoshi di balik itu adalah agar Vitalik secara langsung mengendorse token miliknya dan itu dilakukan Vitalik dengan menyampaikan cuitanya di laman twitternya.
  8. Shiba mensupport para seniman atau artis yang ingin berkarya bersama Shiba dengan menyediakan platform NFT (non fungitable token).
  9. Projek amal untuk menolong ras anjing shiba inu yang terlantar dan populasinya berkurang bekerjasama dengan Amazone Smile. Projek amal ini mendapat sambutan yang luar biasa dari komunitas yang ikut bertumbuh dengan memberikan donasi pada dompet yang disediakan pengembang.
  10. Developer tidak memegang suplay token Shiba sama sekali. 500 trilyun token Shiba dilock di kolam liquiditas dan kuncinya dibuang, tujuannya supaya orang-orang bebas membeli shiba di Uniswap tanpa takut dirugpull oleh developernya. Sangat berbeda Doge Coin yang suplainya unlimited artinya suplai yang masih ada saat ini masih dapat ditambah ketika koin Doge yang ditambang sudah habis.
  11. Komunitas besar yang terus bertumbuh dan dapat dilacak melalui group telegram, twitter, dan group-group facebook yang tersebar di tiap negara. Komunitas berperan untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong perilaku harga untuk naik berdasarkan permintaan x suplay.
  12. Tweet Elon Musk di luar fundamental teknikal banyak berperan mendorong harga Shiba Inu. Dengan dorongan komunitas Shiba, Elon Musk ditantang untuk berperan mengendors Shiba dengan imbalan komunitas Shiba akan membeli mobil Tesla miliknya dengan menggunakan Shiba.
  13. Shiba memiliki karakteristik nilai yang membedakannya dengan token lain. Karakteristik itu didasarkan pada namanya yang unik, manfaat, keberlangsungan, nilai fiat, ekologi, sistem yang digunakan, dan sosialita.
  14. Semakin banyaknya gerai, marketplace, apps institusi, dan inter person yang menggunakan Shiba sebagai pengganti fiat, perilaku market ini didorong oleh demam komunitas yang mempraktikkan karakteristik nilainya sebagai uang digital yang 100% terdesentralisasi.
  15. Shiba Inu bukan token network atau token yang dijual dan dibisniskan menggunakan skema ponzi. Shiba murni didapatkan di exchanger atau di dex. Token yang dikembangkan dengan skema ponzi akan tutup usia lebih cepat karena sarat dengan beban sistem.
Iklan Shiba Inu di NYC

Sebelum berkembang, fomo tentang Shiba yang membuat banyak orang menjadi kaya mendadak tersebar luas di berbagai media massa. Seperti dilaporkan blockchainmedia.id pada 27 Oktober 2020 seseorang telah membeli Shiba Inu senilai Rp.200 ribuan dan mendapatkan 202 milyar Shiba yang kemudian dijual di pertengahan Juni 2021 pada saat Shiba berada di puncak harganya Rp.0,42, dari hasil penjualan itu orang tersebut memperoleh keuntungan sebesar Rp. 82 milyar.

Explorer Pembelian Shiba Inu dengan Menggunakan Eth Kini Menghasilkan
Rp.82 M

Potensi untuk menjadi kaya menurut penulis masih terbuka lebar. Orang-orang Toraja yang mau mencoba peruntungan dapat mengikuti saran penulis dengan mengacu pada fundamental di atas.

Penulis berasumsi: dengan membeli minimal 100 juta Shiba Inu pada harga Rp.0,1 tertanggal 13 Juli 2021, lalu simpan (hodl) selama 2-3 tahun ke depan, hasilnya kelak dapat bernilai milyaran rupiah. Target pencapaian ini tidak mustahil, mengingat pertumbuhan komunitas Shiba semakin cepat, dan kemungkinan kerjasama pengembang dengan berbagai institusi di kemudian hari membuka banyak peluang untuk memompa harga lebih tinggi.

Untuk masyarakat yang mau berpartisipasi atau berkeinginan belajar untuk memahami perkembangan di seputar teknologi blockchain dan cryptocurrency dapat bergabung pada Blockchain Toraja Community dengan menghubungi WA 0852-5604-2054. Komunitas ini akan menjadi jembatan wawasan bagi masyarakat yang mau mengubah mindset di seputar bisnis crypto dan investasi, agar ke depan tidak ada lagi masyarakat Toraja yang tertipu oleh bisnis yang mengatasnamakan crypto atau investasi yang berbalut skema ponzi.

Penulis: Sumartoyo, S.Pd., M.Si.
Penulis adalah Guru, Jurnalis dan Peneliti Independen
Fasilitator di Blockchain Toraja Community
Pengurus Pusat AGUPENA
Anggota Aktif BKNDI Toraja
Pelaku UMKM Mandiri
Kontak Komunitas di WA 0852-5604-2054


Spread the love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *